"Kalau kata Organda turun ya kita turunkan," ujar Ale, sopir angkot KR jurusan Kampung Rambutan-Pondok Gede kepada detikcom di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat (23/1/2008).
Ale mengaku saat ini pun ia sudah menurunkan tarifnya Rp 500 menjadi Rp 3000. Ia mengaku terpaksa menurunkan tarif akibat desakan penumpang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sopir lainnya pun mengaku telah menurunkan tarif akibat desakan penumpang. Seto, sopir angkutan 112 jurusan Kampung Rambutan-Depok juga sudah menurunkan tarifnya. Kini ia memasang tarif Rp 3500 hingga Rp 4000. Tergantung pemberian penumpang saja.
"Penumpang pada maksa turunin. Udah gitu kalo deket cuma pada kasih Rp 1000. Dimintain lagi pada protes," jelas Seto.
Namun secara jujur Tata (35) pengemudi angkot 37 jurusan Rambutan-Cisalak mengaku penurunan tarif ini masih bisa menutupi setoran. Ia mengaku setiap harinya harus menyetor Rp 100 ribu pada juragan angkot.
"Itu untuk 24 jam. Masih ketutup sih. Yang penting penumpang banyak," tuturnya. (rdf/anw)











































