Razia Fiktif, Oknum Polisi Arogan!

Razia Fiktif, Oknum Polisi Arogan!

- detikNews
Jumat, 23 Jan 2009 14:09 WIB
Razia Fiktif, Oknum Polisi Arogan!
Jakarta - Upaya Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri untuk mengembalikan citra polisi yang ramah nan humanis di mata masyarakat sepertinya belum berhasil. Sikap arogansi polisi di lapangan justru masih ditampilkan polisi saat melakukan razia terhadap warga.

Sebagai contoh, sebuah razia tanpa fokus operasi yang jelas, digelar di kawasan Poncol, Jalan Jend Suprapto, Jakarta Pusat pada Jum'at dini hari tadi. Sebuah operasi tak resmi tanpa plang, digelar di lokasi tersebut.

Saat dikonfirmasi ke Kapolsek Senen, Kompol Arrow Tobing, dirinya membenarkan adanya operasi tersebut. "Memang setiap malam anggota kita ke lapangan. Kalau tidak ke lapangan, bisa tidak aman. Itu Operasi Kilat Jaya mungkin," jelasnya saat dihubungi wartawan, Jum'at (23/1/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu, sekitar 7 anggota Sampata berjejer di jalan tersebut. Kemudian, seorang oknum polisi anggota Samapta, Aipda JS menyetop sebuah taksi PT yang dinaiki AM. Dengan bersikap arogan, oknum polisi tersebut kemudian menyuruh AM untuk turun dari dalam taksi tersebut. Bahkan ketika menanyakan identitas  AM, oknum polisi itu malah melecehkan identias AM.

"Kartu begini bisa dibuat, di Senen juga banyak," timpal JS dengan nada tinggi dan melecehkan. Menurut aturan Polri, operasi resmi harus memenuhi beberapa ketentuan, di antaranya adalah memasang plang tanda peringatan bahwa di lokasi tersebut sedang digelar operasi. Selain itu, operasi resmi juga dilengkapi dengan surat perintah pimpinan yang terkait.

"Operasi itu harus jelas. Harus ada fokusnya, apa Operasi Kilat Jaya atau apa. Dan harus dipimpin oleh seorang perwira. Kalau ada oknum polisi yang
bersikap arogan seperti itu, catat namanya dan satuannya serta nomor mobil patrolinya," jelas Arrow. (mei/anw)


Berita Terkait