2 Administrator Pelabuhan Dinonaktifkan

KM Teratai Prima Tenggelam

2 Administrator Pelabuhan Dinonaktifkan

- detikNews
Jumat, 23 Jan 2009 11:54 WIB
2 Administrator Pelabuhan Dinonaktifkan
Jakarta - Dua administrator pelabuhan (Adpel) yaitu Adpel Pare-pare, Nurwahidah, dan Adpel Samarinda, Sudiono, dinonaktifkan. Mereka ditarik ke Jakarta untuk kepentingan investigasi internal terkait tenggelamnya KM Teratai Prima di Perairan Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

"Saya menonaktifkan Adpel. Untuk menonaktifkan ini, surat peritah saya bunyinya 'sambil menunggu putusan lanjut dari menteri, maka untuk kepentingan investigasi, dua orang ini dinonaktifkan dan ditempatkan orang di sana," kata Dirjen Perhubungan Laut Departemen Perhubungan (Dephub), Sunaryo, dalam jumpa pers di Gedung Dephub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (23/1/2009).

Sunaryo mengatakan, Nurwahidah digantikan oleh Djoni Silalahi, yang sebelumnya menjabat Kasi Kelaiklautan Kapal Adpel Kelas I Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sementara, Sudiono digantikan oleh Kapten M Thamrin. Thamrin sebelumnya menjabat Kasubdin Sarana dan Prasarana KPLP Dephub.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di situ tidak boleh kosong. Kedua-duanya perlu hadir di sini untuk investigasi," imbuhnya.

Menurut Sunaryo, perbuatan kedua Adpel itu tidak termasuk ranah hukum pidana, melainkan pembinaan personel dan SDM Dephub. Karena itu, sanksi yang dikenakan pun adalah sanksi administratif.

Kepada Nurwahidah dan Sudiono yang dihadirkan dalam jumpa pers tersebut, Sunaryo mengatakan, bukan berarti keduanya dipecat. Penonaktifan ini juga untuk memberikan pelajaran bagi mereka.

"Dan bagaimana saya dapat memberikan pembelajaran supaya ke depan tidak boleh tiap kecelakaan ada angin besar atau ombak besar. Kalau tiap saat begitu, kita tidak bisa memetik pelajaran apa pun dari suatu kejadian," kata Sunaryo.

Sementara SesDirjen Laut Dephub, Jimmy Nikijuluw, mengatakan, penonaktifan Nuwahidah dan Sudiono berdasarkan Surat Perintah Dirjen Laut Bernomor UK. 11/2/1/DJTL/2009. (irw/nrl)



Berita Terkait