Pemantauan wartawan detikcom Endang Isnaini Saptorini, tempat yang dua hari lalu dipadati jutaan orang itu terlihat lengang. Memandang jauh ke Capitol Hill, tampak masih berdiri satu panggung kecil dengan beberapa orang tampak sibuk di tempat itu. Terdengar suara-suara merdu melantunkan lagu pujian untuk Amerika.
Penasaran dengan suara indah tersebut, detikcom meninggalkan mobil yang diparkir di jalan 7, untuk menuju panggung kecil tersebut. Pukul 10.35 waktu Washington DC, parkir di daerah tersebut dibatasi untuk 2 jam saja.
Ketika sampai di dekat panggung, terlihat persiapan kegiatan oleh beberapa orang yang berlalu lalang. Ketika ditanya, tidak ada seorang pun yang memberikan jawaban mengenai acara yang akan berlangsung.
Tapi setengah jam kemudian, mulai berdatangan dari berbagai penjuru mall, orang-orang dengan berbagai atribut. Mereka menyuarakan penolakan terhadap aborsi. Anak-anak sekolah, orang tua, suster-suster dan seminari ikut serta mengkampanyekan Pro-Life.
Dilihat dari spanduk dan poster yang mereka, mereka adalah para pendukung Bush alias suporter Partai Republik.
Beberapa spanduk dengan jelas memperlihatkan tulisan yang berisikan 'terima kasih kepada Bush'.
Dua jam kemudian, tiba-tiba terlihat ribuan burung beterbangan dari sekitar DC Monumen mendekat ke Capitol Hill. Yang mengejutkan, di bawahnya terlihat ribuan manusia bergerak mendekat ke arah panggung. Agaknya burung-burung tersebut terusik dengan kedatangan ribuan orang ini. Udara memang sangat bersahabat saat itu. 45 derajat Fahrenheit atau sekitar 7,2 derajat Celcius.
Setelah menambah 6 koin quarter (25 sen) untuk menambah waktu parkir 90 menit lagi, detikcom menunggu sejenak untuk melihat lebih jauh apa yang akan terjadi. Pukul 01.30 pm, terlihat beberapa senator dan anggota kongres ikut bergabung di panggung, dan acara segera dimulai.
Mereka meminta dukungan rakyat untuk menyuarakan Pro Life ke dalam kongres. Isu yang terus menerus bergema di dalam gedung DPR AS selama beberapa dekade. Namun karena Partai Demokrat kali ini yang berkuasa, mereka menggelar demo ini tepat di hari ketiga kerja Presiden baru mereka.
Dalam spanduk mereka, pesan mereka jelas. Mereka meminta Presiden Barack Hussein Obama untuk melarang aborsi. Sebab, aborsi sama saja dengan membunuh manusia. Demo besar pertama untuk Obama! (eis/asy)











































