Umi Saodah Berhasil Dievakuasi ke KBRI Kairo

Berkah RI Dukung Palestina

Umi Saodah Berhasil Dievakuasi ke KBRI Kairo

- detikNews
Jumat, 23 Jan 2009 11:23 WIB
Umi Saodah Berhasil Dievakuasi ke KBRI Kairo
Jakarta - Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia yang terjebak di Jalur Gaza, Umi Saodah (33) akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim KBRI Kairo. Hal ini terjadi melalui koordinasi yang cukup alot antara KBRI Kairo dengan pihak-pihak terkait di Indonesia, Mesir dan Palestina.

Umi Saodah berhasil dievakuasi pada Kamis 22 Januari kemarin. Pada pukul 18.00 waktu setempat, Umi Saodah diserahterimakan dari Mr. Abu Jaโ€™far (Komite Rekonsiliasi Palestina/ Ikatan Ulama Palestina) kepada Counsellor Protkons KBRI Kairo, Muhammad Abdullah di pintu perbatasan Rafah Mesir.

"Koordinasi intens juga dilakukan dengan pihak kehakiman di Gaza guna memastikan izin evakuasi, mengingat status Umi Saodah masih dalam proses hukum dan tidak memiliki dokumen perjalanan," ujarย  Sek III Pensosbud KBRI Kairo , Danang Waskito dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (23/1/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam proses evakuasi ini, menurut Danang, nama harum Indonesia sebagai pendukung tradisional Palestina, berikut tingginya solidaritas dan semangat masyarakat Indonesia dalam membantu meringankan penderitaan rakyat Palestina menjadi salah satu kunci yang memudahkan evakuasi Umi Saodah ke Kairo.

"Selama proses evakuasi tersebut, KBRI Kairo dibantu berbagai pihak antara lain Bulan Sabit Merah Palestina, Bulan Sabit Merah Mesir, Aparat Keamanan dan Kehakiman Gaza di Palestina, dan MER-C Indonesia," imbuhnya.

Proses evakuasi terhadap Umi Saodah dimulai dengan komunikasi yang cukup panjang antara pihak KBRI Kairo dengan Bulan Sabit Merah Palestina, dan setelah memperhatikan situasi yang dinilai cukup kondusif dengan berlakunya gencatan senjata di Gaza. Dubes RI di Kairo memerintahkan tim evakuasi untuk segera menuju Rafah, Mesir pada Selasa 20 Januari lalu. Rencananya, tim bermaksud untuk memasuki Jalur Gaza Palestina, namun aparat berwenang Mesir tidak mengizinkan karena alasan keamanan.
(anw/iy)


Berita Terkait