Berburu Kue Keranjang di Pecinan

Berburu Kue Keranjang di Pecinan

- detikNews
Jumat, 23 Jan 2009 09:55 WIB
Berburu Kue Keranjang di Pecinan
Jakarta - Menjelang Imlek, Jl Pancoran, Glodok, Jakarta Barat, penuh dengan penjual kebutuhan Imlek. Tidak terkecuali kue keranjang.

Kue berbentuk bulat yang dibungkus plastik atau daun ini memang tidak bisa dipisahkan dari perayaan Imlek. Bagi sebagian keturunan Tionghoa yang masih percaya, kue ini digunakan untuk sembahyang. Namun umumnya kini saat Imlek orang-orang saling mengirimkan kue keranjang pada relasi dan keluarganya.

Namun walau kawasan Glodok dikenal sebagai kawasan Pecinan, tidak ada pabrik pembuat kue keranjang di sini. Kue keranjang pun harus 'diimpor' dari daerah lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang banyak itu dari Sukabumi, Tangerang sama Tegal," ujar seorang pedagang kue keranjang, Lina (25) saat ditemui detikcom, Kamis (22/1/2009). ย 

Lina menjelaskan kue tersebut hanya ada saat Imlek. Kadang-kadang ada juga yang memesan saat pesta pernikahan. Tapi jumlahnya hanya sedikit.

"Kalau saya hanya jual setahun sekali. Pas Imlek saja," tuturnya.

Kue keranjang dengan bahan dasar tepung ketan dan gula pasir ini biasanya dikemas dalam ukuran 1 kg, setengah kg dan seperempat kg. Lina mengaku menjualย  kue ini Rp 5.000 hingga Rp 25.000, tergantung ukuran.

"Orang banyak beli, kue untuk sembahyang dari 6 hari sebelum Imlek, tapi puncaknya untuk perayaan Imlek," jelasnya.

Lina menceritakan asal usul kue keranjang, menurutnya kue ini dibuat saat para petani di China sedang mengalami paceklik panjang. Hal ini mendorong pembuatan makanan yang mengenyangkan dan tahan lama serta mudah diolah. Selanjutnya kue ini pun tidak terlepas dari perayaan Imlek.

"Jadi makin banyak kue keranjangnya, makin sejahtera," jelasnya.

Pantauan detikcom puluhan penjual kue keranjang tampak sibuk melayani pembeli. Umumnya mereka juga menjual kebutuhan Imlek yang lain seperti angpao.


(rdf/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads