Kuliah bertempat di Aula KBRI Praha itu ditujukan untuk mempelajari serta memahami situasi, kebutuhan, tantangan dan perkembangan Ceko, Pelaksana Fungsi Pensosbud Azis Nurwahyudi kepada detikcom Kamis malam atau Jumat (23/1/2009) pagi WIB.
Dalam DLS yang diselenggarakan pada 20/1/2009 bertema Czech Government and EU Presidency, KBRI Praha mengundang Prof. Dr. Jiri Pehe dari The New York University di Praha. Hadir antara lain Duta Besar Korea Selatan dan diplomat dari berbagai negara sahabat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pehe menyatakan bahwa banyak yang meragukan kemampuan Ceko untuk berhasil memimpin UE. Hal ini lebih dikarenakan kondisi pemerintahan di Ceko yang belum mampu menunjukkan kepemimpinanya di wilayah ini.
Dia juga menyoroti pandangan euroskeptis yang muncul tidak saja di kalangan elit politik pemerintah Ceko, tetapi juga di masyarakat umum. Sikap euroskeptis ini muncul karena karakter, budaya politik dan sejarah.
Kondisi ini diperparah dengan situasi perekonomian dunia yang tidak mendukung, ditambah kenyataan bahwa Ceko belum merupakan negara pengguna mata uang Euro.
Konflik Energi
Sebelumnya DLS pertama kali diinisiasi pada 16/1/2009. Dalam edisi pertama, DLS mengetengahkan tema Actual Issues of the Czech Raw Materials and Energy Sectors dengan menghadirkan Pavel Kavina dari Kementerian Industri dan Perdagangan Republik Ceko.
Pavina menyatakan bahwa Ceko mengimpor 96% kebutuhan minyak mentah dan 99% kebutuhan gas dari luar negeri, terutama Rusia.
Dengan demikian, setiap krisis minyak mentah dan gas bumi dengan Rusia pasti akan berimbas terhadap ketahanan energi Ceko, walaupun Ceko masih memiliki alternatif jalur pasokan dari Azerbaijan, Kazakhstan, Norwegia, Lybia dan Norwegia.
Pertikaian gas antara Rusia dan Ukraina baru-baru ini mengakibatkan pasokan gas di sejumlah negara anggota Uni Eropa (UE) terganggu. Ceko selanjutnya berusaha mengembangkan diversifikasi pasokan impor dari negara-negara lain, termasuk dengan negara-negara Asia Tenggara. (es/es)











































