“Perusahaan-perusahaan di sektor tekstil dan elektronik dan listrik akan dibebaskan dari membayar pajak Pembangunan Sumber Daya Manusia selama enam bulan, terhitung mulai 1 Februari,” ujar Menteri Sumber Daya Manusia Datuk Dr S Subramaniam dalam suatu acara di Putra Jaya, Malaysia, Kamis (22/1/2009).
Subramaniam menjelaskan, kebijakan itu dikeluarkan untuk meringankan beban keuangan perusahaan akibat krisis ekonomi global yang menyebabkan menurunnya permintaan kepada kedua sektor industri tersebut. Melalui kebijakan itu, dia memperkirakan perusahaan-perusahaan tersebut dapat menyimpan dana antara RM 30 juta hingga RM 40 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah perusahaan yang dibebaskan dari kedua sektor industri tersebut mencapai 1.234 perusahaan yang terdaftar dalam Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia di bawah Departemen Sumber Daya Manusia. Dari jumlah tersebut, 325 perusahaan masuk kategori sektor industri tekstil dan 909 perusahaan di sektor industri elektronik dan listrik.
"Ini adalah langkah proaktif yang dilakukan oleh pemerintah untuk membantu perusahaan yang mengalami kesulitan kali ini," katanya.
Meskipun pembebasan pajak bermula dari Februari hingga Juli, Subramaniam tetap menekankan agar pihak perusahaan tetap memberikan pelatihan kepada para pekerjanya.
Dia mengatakan, sebelumnya pemerintah juga telah membebaskan pembayaran pajak sebanyak tiga kali, yaitu ketika terjadi krisis keuangan di Asia pada 1998, kemunduran ekonomi pada 2001, dan selama perang Irak dan wabah SARS di tahun 2003.
Dia mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan kedua sektor industri tersebut berdasarkan Indeks Produksi Industri bulanan dan meninjau situasi pada akhir masa enam bulan. “Jika situasi yang sama masih berlangsung, pembebasan yang selanjutnya akan dipertimbangkan,” pungkasnya.
(rmd/sho)










































