Jakarta - Pelaku pelemparan bom molotov di kantor Kedutaan Besar Mesir pada Selasa 20 Januari lalu belum diketahui identitasnya. Untuk itu, polisi melakukan koordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo untuk meminta rekaman CCTV yang ada di rumah dinasnya tersebut.
"Kita koordinasi minta CCTV rumah Pak Gubernur,"kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulkarnain kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis (22/1/2009).
Hal itu dilakukan untuk melihat kemungkinan apakah pelaku pelempar bom molotov tersebut terrekam di CCTV yang berada di rumah dinas Fauzi Bowo. "Kameranya kan menghadap ke jalan,"katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemeriksaan CCTV juga pernah dilakukan polisi pada Rabu 21 Januari kemarin yakni CCTV di rumah duta besar (dubes) Amerika Serikat yang berada di seberang Kedubes Mesir dan CCTV di rumah dubes Inggris. "Tapi kameranya ke dalam, tidak ke jalan" jelasnya.
(mei/anw)