Dua presiden AS terdahulu juga pernah mengalami insiden serupa. Mereka disumpah ulang karena kesalahan serupa.
Keduanya adalah Chester Alan Arthur dan John Calvin Coolidge. Arthur merupakan Presiden ke-21 AS. Dia menjabat pada kurun waktu 1881-1885. Politikus Partai Republik itu dilahirkan pada 5 Oktober 1829 dan wafat pada 18 November 1886.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya selain kedua presiden itu, ada lagi seorang presiden AS yang salah mengucapkan sumpahnya saat dilantik. Bahkan kesalahannya lebih parah dibandingkan kedua presiden tersebut. Namun saat itu tidak dilakukan pengambilan sumpah ulang.
Dia adalah Herbert Hoover, Presiden ke-31 AS yang menjabat mulai 1929-1933 silam.
Mengenai insiden yang terjadi pada Obama, Pengacara Gedung Putih Greg Craig menyatakan, pengambilan sumpah Obama pada inaugurasi 20 Januari telah berlangsung efektif dan sah. Namun untuk amannya, karena banyaknya keluhan pada Gedung Putih, maka tak ada salahnya pengambilan sumpah itu diulang.
Sejumlah pakar konstitusional menuturkan, pengulangan sumpah tidak mutlak diperlukan namun juga tak ada salahnya dilakukan.
Menurut Jeffrey Rosen, pakar hukum konstitusional AS, salah pengucapan sumpah tidak berdampak apapun. Demikian seperti dilansir Washington Post, Kamis (22/1/2009).
Rosen menyebut ketentuan dalam Konstitusi AS yang menyatakan bahwa masa jabatan presiden dan wakil presiden dimulai siang hari pada 20 Januari.
"Banyak orang yang gagal dengan sumpah, mungkin yang paling diingat adalah Ketua MA (William Howard) Taft yang kebingungan dan kemudian mengarang sendiri katanya saat mengambil sumpah presiden waktu itu Herbert Hoover," kata Rosen.
Kesalahan tersebut terjadi pada kalimat "preserve, protect, and defend the constitution" yang seharusnya diucapkan Taft. Namun Taft malah mengucapkan "preserve, maintain and defend constitution". Dia memasukkan kata yang benar-benar baru "maintain" yang seharusnya tak ada dalam konteks asli. (ita/nrl)











































