"Kerjasama erat telah terjalin, baik secara sendiri maupun kelompok. Sepanjang 2008 ini saja sekurangnya kami telah melakukan 20 kali pertemuan dengan Menlu RI dan 6 kali dengan Presiden RI membahas berbagai kerjasama bilateral maupun regional," demikian Da Costa seperti disampaikan Korfungsi Pensosbud dan Diplomasi Publik KBRI Brussel PLE Priatna kepada detikcom hari ini, Rabu (21/1/2009).
Da Costa menyampaikan pernyataannya itu dalam jamuan makan siang dengan para Dubes ASEAN untuk Belgia dan Uni Eropa (UE) di Wisma Duta RI, Brussel, 19/1/2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kunjungan Da Costa dan rombongan ke Brussel adalah dalam rangka meresmikan pembukaan kantor perwakilan Timor Leste untuk UE, sebagai langkah meningkatkan kerjasama Timor Leste dan negara anggota UE.
Dalam kesempatan itu Da Costa melalui DUbes RI juga menyampaikan banyak terimakasih kepada pemerintah Indonesia, yang telah membantu pemulihan hubungan dan pembangunan Timor Leste.
Dirjen Kerjasama Luar Negeri Timor Leste Constancio Pinto membenarkan bahwa kerjasama Timor Leste dan RI pascakemerdekaan berlangsung amat baik. "Mengunjungi Jakarta dalam rangka melakukan pembicaraan dengan berbagai pihak di Indonesia ibarat pulang ke rumah sendiri," tegas Pinto.
Sementara itu Dubes RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa, Nadjib Riphat Kesoema selaku penggagas sekaligus tuan rumah mengatakan bahwa sebagai tetangga baik, kunjungan Menlu Timor Leste ke Brussel secara sadar dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan pertemuan.
"Selain memperoleh informasi dari tangan pertama mengenai kemajuan kerjasama bilateral RI-Timor Leste, juga dalam lingkup ASEAN”, demikian Nadjib.
(es/es)











































