Isu penggantian Ari kembali berhembus kencang pasca salah satu tanki di Depo Plumpang terbakar. Konon kebakaran yang menewaskan 1 orang dan merugikan Rp 17, 1 miliar itu menjadi alasan kuat untuk mengganti Ari.
Tapi sebelum kebakaran itu terjadi, Presiden SBY jauh hari diisukan menginginkan pencopotan Ari. Isu pertama kali berhembus saat BBM langka di pasaran karena penurunan harga. Ditambah lagi saat itu elpiji juga langka. Di pasar, harga bahan bakar gas itu melonjak tajam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan iklan itu. Di episode-episode sebelumnya, iklan Pertamina memang selalu 'nangkring' di program tersebut.
Andy F Noya, sang pembawa acara, menghadirkan Megawati Soekarnoputri dan suaminya Taufiq Kiemas. Dalam acara itu Mega dan Taufiq blak-blakan mengungkit hubungan dengan SBY sebelum Pemilu 2004.
Episode yang ditayangkan pada 19 dan 26 Desember itu konon membuat SBY murka.
Sas-sus beredar, SBY pun memanggil Menteri BUMN Sofyan Djalil dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di kediamannya di Cikeas, Bogor pada Sabtu (17/1/2009) malam. Pertemuan 'rahasia' itu membicarakan pergantian Ari.
Namun 'titah' SBY itu tak mendapat sambutan dari Jusuf Kalla maupun Sofyan Djalil. Kabarnya, JK dan Sofyan tidak setuju SBY mengganti Ari hanya gara-gara BBM dan Elpiji langka. Pertemuan pun berakhir.
Setelah pertemuan itu, Minggu 18 Januari 2009 tanki nomor 24 di Depo Pertamina Plumpang terbakar. Api berkobar kurang lebih satu malam.
Bagaimana tanggapan Istana soal ini? Juru Bicara Presiden SBY, Andi Mallarangeng sepertinya enggan berkomentar soal isu ini. Melalui pesan singkat, Andi menyilakan detikcom menanyakannya kepada Sofyan Djalil.
"Soal direksi (Pertamina), silakan tanya Menteri BUMN," kata Andi.
Namun Andi menegaskan SBY selalu memberi perhatian besar terhadap kemajuan Pertamina. SBY, kata Andi, ingin Pertamina menjadi perusahaan berkelas dunia.
"Tetapi Presiden juga selalu mengingatkan Pertamina untuk menjalankan tugasnya dengan baik dalam menyalurkan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yaitu BBM," tandasnya.
Sebelumnya Sofyan Djalil, Selasa (20/1/2009) kemarin, telah memberi sinyal positif soal pergantian Ari. Menurutnya, masa kerja Dirut Pertamina tidak harus 5 tahun.
Sofyan juga mengatakan, pergantian dirut tidak harus melalui mekanisme rapat umum pemegang saham (RUPS). Sebagai BUMN yang sahamnya 100 persen milik pemerintah, penggantian bisa dilakukan hanya dengan selembar surat yang ditandatangani olehnya. (ken/iy)











































