Pembongkaran makam warga Dadapsari, Semarang Utara itu dimulai pada pukul 13.45 WIB di TPU Bom Lama, Tanah Mas, Rabu (21/1/2009).
Polisi menyiapkan tenda di jalan depan TPU dan di dekat makam. Seutas tali rafia dipasang untuk membatasi agar warga tidak berkerumun.
Meski dihalau berulang kali, warga tetap berkerumun dan bahkan lalu lalang di pemakaman. Dengan pengeras suara, polisi memeringatkan mereka.
Kakak ipar Waluyo, Sri Setyowati mengaku ikhlas dengan pembongkaran itu. Menurutnya, Waluyo sudah lama hidup menggelandang.
"Dia sekarat dan meninggal pada Hari Minggu (18/1) sore. Esoknya, dia dimakamkan," jelasnya.
Tim dokter kepolisian akan langsung melakukan otopsi dengan mengambil sampel cairan organ dalam. Hingga saat ini, otopsi masih berlangsung. (try/djo)











































