"Ada tiga orang berlari di luar Kedubes. Dua orang lari ke arah Surapati, satu lari ke arah Salemba," ujar M Jazuli kepada wartawan, Selasa (20/1/2009) malam.
Jazuli mengaku sedang berada di Kedubes Mesir untuk mengurus visa. Saat itulah ia tiba-tiba mendengar ledakan dua kali.
"Saya dengar ledakan dua kali di sudut kanan gedung. Ada tiga sumbu yang terbakar tapi kobaran api hanya ada dua. Ada api di atap semen," jelas pria ini.
Menurut Jazuli personel Petugas Keamanan Dalam (PKD) Kedubes Mesir langsung mengambil pemadam yang di dalam gedung. Semua orang yang berada di gedung keluar untuk melihat api.
Jazuli sempat bertanya pada petugas polisi mengapa tidak langsung dikejar. "Tapi polisi bilang mau dikejar pakai apa?" tiru Jazuli.
Saat polisi melakukan pengejaran, di Taman Suropati ditemukan 1 buah botol plastik berisi bensin.
Polisi telah memeriksa tiga orang saksi yaitu 1 polisi jaga di kedubes Mesir, 1 polisi jaga di rumah Dubes AS 1 dan 1 penjaga di rumah Dubes Inggris.
Peristiwa pelemparan bom molotov di Kedubes Mesir, Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, terjadi sore hari, Selasa (20/1/2009). Dari tiga bom molotov yang dilempar hanya dua yang meledak. Tidak ada korban dalam peristiwa ini.
(rdf/ape)











































