"Termasuk juga masalah tanah, dengan bantuan Pak Sofyan Djalil (Menneg BUMN), 20 BUMN sedang dijajaki tanahnya, ada sekitar 800 hektar yang akan diserahkan ke Perumnas untuk dibangun perumahan," ujar Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Yusuf Asy'ari usai rapat koordinasi dengan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2009).
Rusunami itu, imbuh dia, akan diprioritaskan untuk karyawan BUMN masing-masing. Sisanya, akan diperuntukkan bagi masyarakat umum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Direktur Utama Perumnas Himawan Arif Sugoto mengatakan ada 2 skema pola pembelian tanah dengan BUMN itu. "Ada beberapa yang ingin kerjasama dan ada opsi jual beli," ujar Himawan.
Mengacu kepada PP 38/2008 tentang harga tanah yang akan dibeli dari ke-20 BUMN itu, imbuh dia, bila dibangun rusun sederhana harganya adalah Rp 1 juta per meter persegi.
"Kami akan melakukan penjajakan. Atau B to B kalau make sense tentu tidak Rp 1 juta. Kalau untuk rusunami ya harganya Rp 1 juta," ujar dia.
JK Senang
Sementara Himawan juga mengatakan Wapres JK senang dengan perkembangan
pembangunan rusun di Kemayoran.
"Pak Wapres bilang bagus. Kita menunjukkan gambar foto hasil pembangunan fisik. Bukan maket. Bukan rencana lagi. Pak Wapres nggak senang kalau hanya maket," ujar dia.
Sebelumnya, JK sempat kesal karena pembangunan rusun di Kemayoran tak kunjung jadi. Kini, rusun Kemayoran sudah dibangun 3 tower, 1 di antaranya sudah ditopping off. (nwk/rdf)











































