Sejak subuh, ribuan warga telah berbondong-bondong mendatangi National Mall, lokasi pengambilan sumpah Obama sebagai presiden. Diperkirakan, lautan massa yang akan hadir akan melampaui angka dua juta orang (sebelumnya diperkirakan satu juta orang). Perkiraan ini tak lepas dari berjubelnya warga yang menaiki kereta bawah tanah menuju Washington DC. Banyak diantara mereka yang mengibarkan bendera Amerika Serikat dan atribut-atribut lainnya serta mengelu-elukan Obama.
Rencananya, dalam pengambilan sumpah presiden, Obama akan menggunakan Alkitab tua yang dahulu pada tahun 1861 oleh Abraham Lincoln. Obama akan disumpah di bagian barat Gedung Capitol yang sebagian diantaranya dibangun oleh budak-budak kulit hitam. Seusai diambil sumpahnya, Korps Marinir AS akan mengumandangkan lagu 'Hail to the Chief" dan tembakan kehormatan sebanyak 21 kali. Sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (20/1/2009).
Mengingat besarnya masyarakat yang hadir serta animo yang begitu tinggi, para petugas keamanan pun tak bisa berpangku tangan. Meski belum ada ancaman serius terhadap keamanan, personel polisi yang berjumlah 8.000 siap siaga menjaga keamanan selama berlangsungnya inaugurasi. Seolah tak cukup, sebanyak 32.000 tentara juga dikerahkan untuk membantu pengamanan kota Washington.
Menurut juru bicara Obama, Robert Gibbs, seusai pengambilan sumpah Obama akan memberikan pidato selama sekitar 20 menit.
"Ia (Obama) akan mengingatkan kita semua akan tantangan-tantangan yang akan dihadapi Amerika, dan juga mengingatkan betapa banyak tantangan yang telah dilewati oleh bangsa Amerika," ucap Gibbs.
(alf/rdf)











































