"Tadi kami juga undang perwakilan Komisi I DPR untuk melihat prosesnya. Proses TEP kami adakan untuk menentukan perusahaan mana sesuai kebutuhan, terutama terkait kebutuhan teknisnya," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dephan, Letjen TNI Sjafrie Sjamsuddin, usai rapat Tim Evaluasi Pengadaan yang dihadiri pejabat Dephan, TNI dan Komisi I DPR di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (20/1/2009).
Menurut Sjafrie, dari delapan perusahaan calon penyedia barang, saat ini telah disaring menjadi tiga perusahaan. Perusahaan pengadaan mesin dan suku cadang pesawat angkut Hercules C-130 itu adalah Airod dari Malaysia, Standard Aero dari Kanada dan Rolls Royce dari Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Idealnya nilai serviceable kan 23, tapi sekarang kita hanya bisa 13. Peningkatan serviceable hanya dapat dilakukan tentunya dengan anggaran yang mencukupi," imbuhnya.
Dalam rapat itu, anggota Komisi I DPR yang hadir seperti Andreas Pareira, Permadi dan Happy Bone Zulkarnaen. Dalam rapat tim evaluasi sendiri sudah disepakati tentang pengadaan dan perbaikan engine, propeller, ATU/GTC dan pengadaan komponen kritis Hercules C-130 milik TNI AU.
(zal/rdf)










































