Kebocoran Tinggi, Tarif Air Bersih Tak Layak Naik

Kebocoran Tinggi, Tarif Air Bersih Tak Layak Naik

- detikNews
Selasa, 20 Jan 2009 16:43 WIB
Kebocoran Tinggi, Tarif Air Bersih Tak Layak Naik
Jakarta - PT Palyja dan PT Aerta, operator swasta air bersih di Jakarta, meminta kenaikan tarif sebesar 22,7 persen. Namun permintaan itu dinilai tidak layak mengingat tingkat kebocoran air masih tinggi.

"Sampai dengan 2007, tingkat kebocoran air PT Palyja sebesar 47,6 persen. Padahal target yang dicanangkan sebesar 35,4 persen," ujar Koordinator Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air (KRuHA) Hamong Santono dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (20/1/2009).

Menurut Hamong, tingkat kebocoran di PT Aerta pada 2007 sebesar 53,15 persen. Sedangkan target yang dicanangkan sebesar 40,59 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, lanjut Hamong, dari segi pelayanan, PT Palyja dan Aerta tidak memenuhi target. Untuk 2007, pelayanan PT Palyja yang terpenuhi hanya sebesar 58,99 persen dari target 75 persen. Sedangkan untuk PT Aerta, pelayanan air hanya terpenuhi 66,08 persen dari target 74 persen.

Hamong menegaskan, buruknya penyediaan air di Jakarta sudah berlangsung selama lebih dari 10 tahun dan diperkirakan akan terus berlanjut. Meski demikian, masyarakat tetap diminta membayar mahal atas layanan 2 operator swasta tersebut.

Hamong menilai, privatisasi air di Jakarta gagal. Karena itu, pihaknya mendesak Pemprov DKI Jakarta untuk menghentikan kerjasama layanan air bersih PT Palyja dan PT Aerta.

"Pemprov harus ambil penyediaan air bersih baik dari sisi finansial dan management," tandas Hamong.
(nik/nrl)


Berita Terkait