Rasa pusing Harno rasakan saat hendak mengantar jenasah Temu (korban miras oplosan) pada Jumat (16/1). Usai dari pemakaman, dia minum miras oplosan.
"Saya minum cukup banyak. (Almarhum) Temu minum sedikit, tapi dia malah meninggal," katanya ketika ditemui di rumahnya, Jl Gurami I Kuningan, Selasa (20/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya seperti melihat layar putih. Setelah itu, saya lemas," urainya.
Oleh tetangga, Harno dibelikan kelapa hijau. Kondisinya terus membaik, meski tak ditangani secara medis.
Lelaki yang biasa mengantar miras oplosan yang menyebabkan kematian itu tak tahu menahu kandungan miras oplosan tersebut. Ia beralasan hanya kebagian mengantar.
"Yang saya tahu Mbak Y (pemilik kedai) pernah ikut kedai di Surabaya. Lalu, ia membuka di Semarang," ungkapnya.
Rumah Harno kini didatangi sejumlah tetangga. Selain menjenguk, mereka juga ingin mendengar langsung pengakuan Harno tentang miras oplosan yang menyebabkan tewasnya belasan orang itu. (try/djo)










































