Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kuningan, Semarang Utara, Sudarsono mengatakan, pemerintah dan kepolisian sudah saatnya menertibkan keberadaan kedai miras oplosan.
"Kematian beruntun beberapa hari ini menunjukkan miras oplosan harus diwaspadai," jelasnya ketika bertandang ke rumah korban selamat, Harno (51), Jl Gurami I Kuningan, Selasa (20/1/2009).
Darsono menyatakan, orang-orang yang mati akibat miras oplosan sejatinya sudah sering terdengar. Namun tak semua muncul di permukaan.
Harno yang kondisinya sudah lumayan membaik menambahkan, peristiwa matinya orang akibat miras oplosan kali ini terungkap berkat laporan keluarga korban tewas.
"Kalau nggak ada laporan kakak Imam (korban tewas), mungkin kejadiannya tidak diketahui," jelas lelaki yang biasa mengantar miras oplosan ini.
Dalam catatan warga, miras oplosan telah berulang kali mengakibatkan kematian. Namun 'bisnis' itu tetap berjalan hingga kini.
(try/nrl)











































