Hartono alias Gepeng menyebutkan, tahun 2004 silam tujuh orang mati setelah menenggak miras yang dicampur berbagai jenis zat itu. Hal itu tidak terungkap ke publik, karena semua tutup mulut.
"Pada saat itu, Nanang, Odri, Hendro, dan beberapa yang lain saya lupa, mati beruntun," katanya ketika ditemui di rumahnya, Dadapsari, Semarang Utara, Semarang, Selasa (20/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu alkohol dicampur autan. Kalau sekarang, saya tidak tahu," katanya di Jl Gurami I Kuningan, Semarang Utara.
Meski demikian, dua korban selamat, Hartono dan Harno, tak kapok mengonsumsi barang tersebut. Setiap hari, mereka pasti 'meluangkan' waktu minum oplosan itu.
"Lha wong tidak punya uang saja bisa minum lho Mas. Ada saja yang membelikan asal kita diwarung itu," tutur Harno (51), warga Kuningan, yang kondisinya sangat membaik karena minum air degan hijau.
Hingga saat ini, kepolisian belum bisa memastikan kandungan miras oplosan yang menyebabkan kematian tersebut. Mereka masih meneliti barang bukti di laboratorium dan memeriksa penjual serta pemasok alkohol.
(try/nrl)










































