Di tengah ketidakpastian nasibnya di Irak, Muntazar melalui kuasa hukumnya mengajukan permohonan suaka politik kepada Swiss. Demikian diberitakan koran Swiss Tribune de Geneve, seperti dikutip BBC, Selasa (20/1/2009).
"Muntazar mengkhawatirkan kehidupannya di dalam tahanan Baghdad," kata pengacaranya, Mauro Poggia. Menurut dia, pemuda lajang yang disebut-sebut sebagai 'pahlawan' oleh kalangan Timur Tengah itu bisa-bisa merasa seperti hidup di neraka di negaranya sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muntazar Al Zaidi, pemuda Irak yang menjadi jurnalis TV Al Baghdadia, mendadak terkenal sejak keberaniannya melempar Bush dengan sepasang sepatunya pertengahan Desember 2008 lalu. Saat itu, Bush yang berada di Irak untuk melakukan kunjungan terakhir kalinya sedang menyampaikan jumpa pers bersama PM Irak.
Saat ini, Muntazar masih berada dalam tahanan pemerintah Irak. Persidangannya terus menerus ditunda. Menurut kakaknya, sejak ditangkap dan ditahan, Muntazar tertekan dan mengalami penyiksaan. Lengan dan tulang rusuknya patah, dan mengalami pendarahan bagian dalam.
(asy/nrl)










































