Iwan, mengaku sengaja membuat warung nasi goreng Obama karena terpincut oleh semangat perubahan. Pengalaman pahitnya selama 16 tahun menjadi seorang 'pekerja', didobraknya demi keinginan untuk mendapat hidup lebih baik.
"Capek 16 tahun jadi staf. Saya siap tinggalin kerja, supaya ada perubahan dalam rezeki. Makanya saya buat warung ini," ujar Iwan kepada detikcom, Senin (19/1/2009) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemilihan nama Obama, kata Iwan, tidak hanya memberi inspirasi dalam hidupnya. Namun, nama tersebut juga sangat bermakna dalam kehidupan keluarganya.
"Ibu mertua saya orang Betawi asli, terus bapak mertua saya orang Makassar. Jadi kalau digabungin Orang Betawi Makassar (Obama)," candanya sambil tertawa.
Selain itu, Obama juga bisa diartikan 'Orang Banyak Mampir'. "Pokoknya banyak artinya mas," jelasnya.
Diakui juga oleh Iwan, nama 'Obama' menjadi daya tarik tersendiri dalam menarik pelanggan. Tidak hanya penasaran dengan menu yang ditawarkan, namun para pembeli juga ingin tahu alasan Iwan mengambil nama pria yang pernah bersekolah di Indonesia tersebut.
"Jadi waktu itu pernah ada 3 orang mahasiswa. Mereka bilang awas ya mas kalau nggak enak makanannya udah pakai nama Obama. Akhirnya mereka bilang enak dan mereka juga tanya kenapa saya pakai nama Obama. Saya bilang saja Obama itu Orang Betawi dan Makassar, mereka langsung ketawa," jelasnya.
Warung Nasi Goreng Obama milik Iwan ini baru buka selama 20 hari. Saat ini baru ada sekitar 10 menu yang ditawarkan. Di antaranya nasi goreng, mie goreng dan kwie tiauw.
"Tapi menu andalan kita nasi goreng jambal, nasi goreng teri dan nasi goreng ati ampela," kata Iwan.
Meski omsetnya saat ini masih tergolong kecil, namun mantan juru masak ini tetap bersemangat mengejar perubahan yang ia impikan. Perubahan atas kehidupan dengan semangat kemandirian. Yes We Can! (mok/mok)











































