Dua jenazah yang berhasil dievakuasi adalah Pengoh, warga Lombok Tengah, dan Ahmad Haris warga Kedaro, Sekotong. Kedua korban ditemukan mengenaskan, dengan kepala hancur. Satu jenazah ditemukan tanpa kaki.
"Saat ini korban sedang dibawa tim evakuasi turun dari gunung," terang Komandan Komando Rayon Militer Sekotong, Kapten W Niatno, dihubungi Senin siang. Wiatno mengordinir tim pencairan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan ditemukannya dua korban, total kini ada enam penambang yang ditemukan tewas. Empat lainnya adalah Ubud, Kasam, Mukhlis dan Said. Delapan penambang lainnya menderita luka-luka. Empat orang luka ringan. Sebagian korban luka menderita patah tulang.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTB Rachmat Heriyadi mengatakan, kejadian penambang yang tertimbun ini merupakan keempat kalinya. Diakuinya, penambangan liar memang sulit dihentikan dalam waktu dekat.
"Saat ini ada lebih dari 500 orang yang melakukan penambangan liar setiap hari. Kalau dihentikan paksa, efeknya akan luar biasa," katanya. (djo/djo)











































