Serangkaian upaya mengantisipasi banjir telah disiapkan Departemen PU, yakni percepatan pembebasan lahan Banjir Kanal Timur (BKT), percepatan pembangunan infrasturuktur BKT, peningkatan Banjir Kanal Barat (BKB), walkthrough dan pembersihan alur sungai, pengerukan pada ruas-ruas sitem drainase, pembersihan sampah, pengecekan operasional sistem peringatan dini banjir (flood warning system), serta peningkatan aktivitas posko banjir dan pendirian crisis centre.
"Antisipasi itu kita programkan berjalan sejak 2008," kata Dirjen Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum Iwan Nusyirwan dalam keterangan pers di Kantor Departemen Pekerjaan Umum, Jl Pattimura 20, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengerjaan BKT sendiri masih menyisakan 8 km lahan yang belum digarap, dari 23 km yang direncanakan. 9 Paket pekerjaan juga akan diselesaikan berbarengan dengan penyelesaian proyek BKT dan BKB.
Kesembilan paket pekerjaan tersebut, yakni penyelesaian pembangunan Kali Cisadane, Kali Angke, Kali Sabi-Dadap, Kali Mookervart, Kali Cipinang, Kali Sunter, Kali Buaran, Kali Cakung, Kali Bekasi, dan Kali Kramat.
"9 Paket pekerjaan direncanakan selesai bersamaan dengan BKT dan BKB," imbuh dia.
Kendala Pembebasan Lahan
Soal tersendatnya penyelesaian BKT, Iwan mensinyalir karena lambannya Pemprov DKI menyelesaikan pembebasan lahan yang akan dilalui oleh BKT menjadi masalah. Pembebasan lahan BKT yang dilakukan oleh Pemprov DKI, lanjut Iwan, masih berlanjut dan masih menyelesaikan sisa pembebasan lahan sekitar 25 persen total persil.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane, Pitoyo Soebandrio membenarkan pernyataan Iwan. Ia mengatakan selama ini Pemprov DKI selalu melaporkan belum berhasil membebaskan sisa lahan yang akan dilalui BKT. "Padahal dananya ada," jelas Pitoyo. Ia meminta Guberbur DKI Jakarta serius menyelesaikan pembebasan lahan.
Pitoyo menambahkan, anggaran untuk pembangunan BKT hanya sampai 2009. Jika hingga akhir 2009 pengerjaan BKT belum rampung juga, itu berarti pihaknya harus mencari dana lagi untuk menyelesaikan BKT. Ia yakin, jika pembebasan lahan rampung pada pertengahan 2009, pengerjaan BKT akan tuntas. Namun kalau pembebasan lahan lewat dari itu, ia pesimis BKT bisa rampung tahun ini.
"Kalau sampai BKT gagal, saya siap mundur," ucap Pitoyo bersemangat.
(Rez/nrl)











































