"Saya kaget kalau banyak yang meninggal akibat oplosan itu," katanya di Mapolres Semarang Timur, Jl Majapahit, Senin (19/1/2009).
Selama 8 tahun berjualan, kata Y, dirinya tak pernah mendapatkan keluhan.Β Apalagi sampai ada yang meninggal.
Y mengaku barang dagangannya adalah campuran alkohol 90 persen, ginseng, vanili, minuman suplemen, dan moto bersodium. Biasanya, konsumen mencampurnya oplosan itu dengan telur.
Saksi yang ikut diperiksa polisi, Maryono mengaku beberapa kali mengonsumsi oplosan tersebut. "Mungkin karena minumnya sedikit, jadi tidak apa-apa," ungkapnya.
Pihak keluarga dan tetangga korban menyebutkan sebelum meninggal, korban mengaku pusing dan muntah-muntah. Diduga, hal itu karena miras oplosan yang dibeli dari Y. (try/djo)











































