Penemuan jasad warga sipil tersebut terjadi di saat gencatan senjata Israel-Hamas baru saja dimulai. Dalam penjelasan PBB yang dikeluarkan tak lama setelah penemuan mayat-mayat tersebut, dikatakan bahwa 30 orang tewas dalam serangan Israel di rumah tersebut. Separuh dari korban tewas tersebut adalah anak-anak.
Abed Zamuni, seorang warga yang selamat menuturkan, dua generasi keluarganya musnah dalam serangan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keponakan laki-laki dan keponakan perempuan saya telah terbunuh dan rumah saya telah dihancurkan oleh Yahudi itu," imbuhnya.
Zamuni selamat dari serangan Israel karena saat kejadian dia sedang berada di apartemen dekat rumahnya. Ayah Zamuni termasuk di antara korban tewas.
Sumber-sumber media Palestina mengatakan, lebih dari 1.200 warga Palestina telah tewas sejak Israel memulai agresinya ke Gaza pada 27 Desember 2008.
Dalam pidatonya di depan para pemimpin Uni Eropa, Minggu, 18 Januari lalu, Perdana Menteri Israel Ehud Olmert menyampaikan duka cita atas kematian warga sipil selama operasi besar-besaran tersebut.
"Bukan niat kami untuk melawan mereka atau membahayakan mereka, untuk melukai mereka atau menembak mereka," tutur Olmert. "Atas nama negara Israel, atas nama pemerintah Israel, saya menyatakan duka cita mendalam bagi korban-korban tersebut," tandas Olmert.
(ita/iy)










































