Dalam aksinya, kelompok yang dikenal dengan sebutan "Gang Ronald" itu kerap memperkosa dan menganiaya korban-korbannya. Selama dua tahun ini kawanan penjahat itu telah berhasil membobol setidaknya 50 rumah politikus dan figur-figur perusahaan.
Ketiga WNI itu tewas ditembak dalam baku tembak dengan polisi Malaysia di dekat plaza Sungai Ramal, Kajang, Selangor. Demikian seperti diberitakan harian Malaysia, The Star, Senin (19/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan wakil kepala kepolisian Selangor, Datuk Khalid Abu Bakar, kelima tersangka perampok, termasuk seorang pemimpin mereka berumur 40 tahun, menyadari kalau mereka tengah dibuntuti polisi. Mereka pun melepaskan tembakan dua kali ke arah para polisi yang kemudian balas menembak.
"Pemimpin dan dua anak buahnya berusia 27 dan 30 tahun tewas tertembak dalam baku tembak, sedangkan dua tersangka lainnya kabur," kata Khalid.
"Gang tersebut telah aktif selama sekitar dua tahun dan telah memperkosa dan melukai serius korban-korban dalam setidaknya 50 kasus yang dilakukan mereka secara nasional," imbuhnya.
"Gang Ronald" telah merampok 29 rumah di Malaka, 10 rumah di Kajang Perdana, Country Heights dan Ampang di Selangor. Juga kasus-kasus lain di Negeri Sembilan, Kedah, Pahang dan Johor. Nama komplotan tersebut diambil dari nama pemimpinnya, Ronald. Kasus terakhir yang dilakukan kelompok tersebut adalah pada Desember 2008 di Johor.
Menurut Khalid, hasil pemeriksaan lebih jauh mengungkapkan bahwa para bandit tersebut masuk ke Malaysia secara legal dan kerap pulang ke Indonesia. Diyakini mereka membawa barang-barang curian ke Indonesia untuk dijual.
(ita/iy)










































