"Tanki yang terbakar hanya satu. Sisanya ada enam sekarang, tapi tidak merusak tangki-tanki yang lain," kata Sekretaris Perusahaan PT Pertamina, Toharso, di lokasi kejadian, Senin (19/1/2008).
Toharso mengatakan, tanki yang terbakar itu berisi BBM jenis premium sebanyak 2.500 kilo liter. Jika diisi penuh, tanki tersebut bisa menampung 10 ribu kiloliter bensin.
"Saat ini cadangan tanki itu kita masih punya 52 ribu kilo liter," jelasnya.
Menurut Toharso, pemadaman tanki yang terbakar itu seharusnya tidak dengan cara disemprot air, melainkan dengan busa. Hal itu supaya api dapat dikendalikan lebih cepat.
"Harusnya tanki tidak disemprot dengan air, kan tidak bisa menyatu. Harusnya disemprot dengan foam. Tangki yang ada di sebelahnya disemprot dengan air untuk menghindari percikan api," kata dia.
Toharso belum bisa menyebutkan berapa kerugian yang diderita Pertamina akibat kebakaran ini. Penyebab kebakaran juga masih dalam penyelidikan polisi.
(irw/nrl)











































