"Jenazah dr Wendy akan dilepas oleh Menkes. Sebelumnya akan ada upacara adat dari keluarga. Setelah dilepas Menkes dari RSPAD, jenazah akan dibawa ke almamater di FK UI Salemba untuk mendapatkan penghormatan terakhir," ujar Ketua Iluni FKUI, dr Doddy Partomihardjo, kepada detikcom, Sabtu malam (17/1/2009).
Adik ipar dr Wendyansah, Laura menambahkan, kakaknya akan mendapat pengharaan dari Menkes karena sempat memberikan pelampung kepada penumpang lain saat kapal tenggelam.
"Penghargaan ini karena beliau mendahulukan penumpang lain dan memberikan pelampung, beliau sendiri naik sekoci tanpa pelampung, lalu terbawa ombak setinggi 5 meter," katanya ditemui RSPAD, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (18/1/2009).
Utju Sitompul, ibunda Wendyansah, mengaku sedih terhadap kejadian yang menimpa anaknya, tapi dia pasrah dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan. "Saya sedih sekali tapi saya tidak boleh bersedih karena Wendy tidak suka saya sedih," imbuhnya pasrah.
Kapal Motor Risma Jaya yang mengalami kerusakan (lambung bocor) setelah dihantam ombak besar dan tenggelam di Muara Kali Aswet, Distrik Agast, Kabupaten Asmat Provinsi Papua, tanggal 13 Januari 2009. Selain dr Wendyansah, dua dokter lainnya juga menjadi korban yaitu dr Hendy Prakoso dan dr Boyke Mowoka. (did/nrl)











































