"Gencatan senjata unilateral tidak berarti mengakhiri agresi dan mengakhiri pengepungan (Israel). Ini tak berarti mengakhiri pertahanan kami," ujar juru bicara Hamas Fawzi Barhoum seperti dilansir dari Reuters, Minggu (18/1/2009).
Hamas ingin Israel membuka blokade perdagangan yang selama ini dilakukannya di Jalur Gaza. Hamas juga ingin penarikan pasukan Israel secara penuh, yang melakukan penetrasi ke Gaza pada 3 Januari 2009. Dengan demikian, gencatan senjata dari Israel dianggap tak cukup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika militer Israel melanjutkan keberadaannya di Jalur Gaza, itu adalah pintu lebar bagi pertahanan untuk melawan kekuatan pendudukan," tegas Hamdan.
Pernyataan Hamas diperkuat juru bicara Komite Pertahanan Rakyat Abu Youssef Said yang mendukung Hamas.
"Gencatan senjata unilateral tidak ada hubungannya dengan kita, dan kita akan melanjutkan untuk bertahan," ujar Said. (nwk/nwk)










































