Menlu: Posisi RI Lebih Besar Ketimbang Usir Dubes Israel

Menlu: Posisi RI Lebih Besar Ketimbang Usir Dubes Israel

- detikNews
Minggu, 18 Jan 2009 01:17 WIB
Menlu: Posisi RI Lebih Besar Ketimbang Usir Dubes Israel
Jakarta - Presiden Venezuela Hugo Chavez telah mengusir Duta Besar Israel dari negerinya. Beberapa negara Arab pun telah membekukan hubungannya dengan Israel. Apa yang bisa dilakukan Indonesia?

"Kita punya posisi lebih besar dari sekedar mengusir duta besar karena kita tidak punya hubunan diplomatik dengan Israel," ujar Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda ketika ditanya upaya konkrit RI untuk Palestina dibanding dengan langkah Venezuela yang mengusir Dubes Israel.

Hal itu disampaikan Hassan di sela-sela acara 'Malam Amal Solidaritas Palestina' di Hotel Aryaduta, Jalan Prapatan, Jakarta Pusat, Sabtu (17/1/2009) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hassan juga menilai upaya boikot produk Amerika Serikat (AS) dan Israel tidak efektif.

"Kita tahu antara retorika dan realita. Boikot tidak efektif. Negara-negara Arab sudah lama tetapkan boikot terhadap produk-produk Israel pada akhirnya dihentikan sendiri," tegas dia.

Indonesia, imbuh Hassan, mengharapkan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) yang menetapkan pasukan perdamaian PBB.

"Namun itu tidak ada. Padahal kita sudah mempersiapkan diri," ujar Hassan.

Hassan juga mengatakan hasil pertemuan Presiden Palestina Mahmoud Abbas bertemu Sekjen PBB Ban Ki Moon di New York, dua pekan lalu.

Kala itu Palestina ditawarkan jika DK PBB membentuk pasukan penjaga perdamaian untuk gencatan senjata. Pilihan pertama Palestina untuk pasukan penjaga perdamaian adalah dari Indonesia.

"Itu suatu kehormatan bagi Indonesia," kata dia.

Untuk Sidang Darurat Majelis Umum PBB yang baru berakhir hari ini, Indonesia tetap akan memastikan gencatan senjata yang sudah ditetapkan ditaati.

"Itu yang kita dorong. Karena kita tahu sudah lebih dari seminggu resolusi Dewan Keamanan PBB ditetapkan tapi di lapangan perang belum berakhir," tegas Hassan. (nwk/nwk)


Berita Terkait