Saidah diperkirakan berusia 35 tahun, dan berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sedangkan H Sono, berusia 65 tahun asal Pinrang, Sulawesi Selatan.
Keduanya ditemukan pada Selasa 13 Januari 2009. Jenazah itu dapat diidentifikasi berdasarkan ciri-ciri fisik dan keterangan keluarga korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat yang ada di saku celana H Sono, imbuh Agung, ditulis salah satu anggota keluarganya. H Sono sudah diambil keluarganya pada Sabtu dinihari.
Sementara istri H Sono, Hj Mina mengatakan suaminya sudah dimakamkan di Desa Punia, Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Sulsel, pada pukul 03.00 Wita hari ini.Sedangkan Kepala Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah Pemerintah Kota Parepare Ramli Rahim mengatakan Pemkot Parepare akan membantu menyediakan lahan makam bagi jenazah yang sudah teridentifikasi dan akan segara dikuburkan.Lahan makam itu terletak di Keluarahan Bilalang, Kecamatan Bacukiki, Parepare.Β "Sudah ada lahan pemakaman seluas 10 x 2 meter untuk 7 jenazah. Kalau ada tambahan akan ditambahkan lagi luas lahannya. Itu untuk semua korban yang ditemukan. Jika keluarga tidak berkeberatan," ujar dia ketika dihubungi wartawan. (nwk/nwk)











































