Bencana kemanusiaan pun mengancam wilayah Jalur Gaza. Demikian disampaikan pejabat senior Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seperti dilansir News.com.au, Sabtu (17/1/2009).
Dikatakan Tony Laurance, kepala kantor WHO di Gaza, 16 rumah sakit dan klinik telah rusak akibat serangan Israel selama 3 pekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika ini terus berlangsung, ini akan menjadi bencana kemanusiaan, khususnya bagi sistem layanan kesehatan," imbuh pejabat badan kesehatan PBB itu.
Belum lama ini, Rumah Sakit Al Quds yang dikelola oleh Masyarakat Palang Merah Palestina, juga hancur terkena serangan Israel. Tak ada yang tersisa dari gedung rumah sakit berlantai lima itu. Semuanya hancur.
"Mereka menggempur gedung, gedung rumah sakit. Kebakaran pun terjadi," kata paramedis Ahmad Al-Haz. "Kami berusaha mengevakuasi orang-orang sakit dan terluka serta semua orang yang di sana," imbuhnya.
Laurance mengatakan, sebagian besar pasien Al Quds dipindahkan ke rumah sakit Al Shifa di Gaza City yang sudah penuh sesak oleh pasien. "Serangan terakhir pada rumah sakit di Gaza telah kelewatan dan mempertaruhkan risiko nyawa pasien dan staf," kata Laurance.
Dikatakannya, 13 pekerja medis tewas dalam insiden itu dan 22 orang lainnya mengalami luka-luka. Sebanyak 16 ambulans juga hancur.
Diingatkan Laurance, sistem kesehatan di Gaza akan menghadapi beban jangka panjang. "Kami memiliki jumlah korban luka serius yang sangat besar, amputasi dan luka kepala yang akan memiliki dampak jangka panjang yang serius," pungkasnya.
(ita/ita)











































