"Saya kecewa dan sedih, anda bisa merasakan nggak? Yang diberitakan itu tidak benar semua. Sementara ini saya akan di rumah dulu," ujarnya sambil menangis kepada detikcom, Jumat (16/1/2009).
Menurut Wildani, sangat sulit baginya untuk bisa mengajar dengan tenang di SD Kalibata 08. Ia tidak bisa menerima perlakuan orang-orang yang selama ini menganggapnya sebagai guru keji.
"Saya sudah bicara dengan Ibu Kasi (Kepala Seksi) untuk mutasi. Saya meminta persetujuan beliau. Dipindahkan kemana pun saya mau," jelasnya.
Wildani mengaku masih tetap ingin mengajar. Semangatnya sebagai seorang pengajar tidak akan pernah surut, meski dirundung banyak masalah.
"Saya tetap mengajar sampai mati. Kalau saya dianggap bersalah, saya minta maaf," pungkasnya. (mad/asy)











































