"Saya sudah bentuk, namanya Tim Liar," ujar ketua KPK Antasari Azhar di Istana Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (16/1/2009).
Menurut Antasari saat ini tim tersebut sudah selesai dengan rencana penyelidikan. Tim ini akan dibagi menjadi beberapa kelompok yang menangani rekening-rekening liar di masing-masing departemen yang diduga terlibat.
"Setelah itu tim itu kami minta untuk berkoordinasi dengan beberapa pihak. Seperti tim dari BI (Bank Indonesia), tim dari menteri keuangan dan tim dari PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan)," jelas Antasari.
Koordinator tim ini adalah deputi penindakan KPK, Ade Raharja. Namun Antasari menjelaskan KPK belum akan berkoordinasi dengan Polri dan Kejagung. Inti tim ini adalah KPK dan bekerjasama dengan BI, Menkeu dan PPATK.
KPK juga telah menemukan fakta awal rekening liar ini. Antasari menjelaskan ada rekening yang ditutup namun tidak jelas ke mana uangnya.
"Nah ketidakjelasan itu akan kita buat terang," jelas Antasari.
KPK juga akan menyelidiki dana abadi umat Departemen Agama. Menurutnya kegiatan itu masih bersifat perdebatan, karena dulu pernah ada payung hukumnya kemudian dicabut.
"Saya minta minggu depan dipaparkan di depan saya," tutupnya.
(rdf/nrl)











































