Anggota Polres Bantul Tewas Tertembak di Dekat Sawah

Anggota Polres Bantul Tewas Tertembak di Dekat Sawah

- detikNews
Jumat, 16 Jan 2009 16:40 WIB
Anggota Polres Bantul Tewas Tertembak di Dekat Sawah
Kulonprogo - Anggota Satlantas Polsek Sedayu, Bantul, Bripka Apris A.W. (30) ditemukan tewas tertembak. Namun polisi belum menemukan pelaku penembakan itu. Motif pembunuhan juga masih gelap.
Β 
Korban ditemukan tewas di kawasan jalan desa di dekat persawahan di Dusun Jebagan, Desa Danurejo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulonprogo pukul 12.00 WIB, Jumat (16/1/2009). Korban mengalami luka tembak di bagian ketiak kanan tembus ke dada. Saat ini jasad korban masih berada di bagian forensik RSU Dr Sardjito Yogyakarta untuk diotopsi.

Kapolres Kulonprogo AKBP Soemego Adie Sutojo kepada wartawan di Mapolres Jl Bhayangkara Wates mengatakan korban adalah anggota satlantas Polsek Sedayu, Polres Bantul. Korban diduga tertembak seusai pulang piket menuju rumahnya di Desa Krembangan, Kecamatan Panjatan, Kulonprogo.

Saat ditemukan tewas di jalan bulak desa oleh warga, korban masih mengenakan seragam anggota Satlantas. Sepeda motor Suzuki Smash warna merah-hitam nopol AB 3816 L yang dikendarainya juga tergeletak di samping korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Kapolres, berdasarkan keterangan sejumlah warga yang sedang berada di persawahan itu, mereka sempat mendengar dua kali letusan. Namun warga mengira letusan itu adalah sebuah ban sepeda pecah. "Sesaat setelah terdengar letusan, warga belum ada berani mendekat," kata dia.

Namun, setelah waktu agak lama berlalu, warga mendekati asal letusan. Setelah didekati, ternyata ada anggota polisi yang terjatuh bersama sepeda motornya. Di sekitar TKP juga terdapat darah yang berceceran. Saat warga berdatangan hendak menolong, korban sudah tidak bernyawa.

Kapolres mengatakan saat ini Polres Kulonprogo masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan beberapa orang saksi. Beberapa saksi mata memberi kesaksian bahwa setelah terdengar letusan, ada sebuah sepeda motor yang dilarikan dengan kecepatan tinggi. Namun, warga tidak mengetahui siapa penunggang motor itu.

"Motifnya juga belum diketahui. Barang-barang milik korban seperti HT dan dompet masih utuh. Sedang sarung senjata juga masih melekat di pinggang. Kami masih berkoordinasi dengan Polres Bantul untuk mengetahui apakah senjata dibawa korban atau tidak sehabis piket," pungkas Kapolres. (bgs/asy)


Berita Terkait