Penegasan itu disampaikan Bush dalam pidato perpisahannya di Gedung Putih seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (16/1/2009).
"Amerika telah melalui lebih dari tujuh tahun tanpa serangan teroris lainnya di tanah air kita," kata Bush dalam pidatonya untuk seluruh rakyat AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi saya harap kalian bisa setuju bahwa saya bersedia membuat keputusan-keputusan sulit itu," imbuhnya dalam pidato berdurasi 13 menit.
Bush menegaskan bahwa dirinya selalu bertindak demi kepentingan negara. "Saya telah mengikuti hati nurani saya dan melakukan apa yang saya pikir benar," tuturnya.
Bush mengakhiri masa jabatan dua periodenya dengan rating popularitas yang terus menurun. Bahkan terendah sejak mantan presiden Richard Nixon.
Bush pun tetap membela kepemimpinannya. Dia mengklaim keberhasilan kebijakan luar negeri AS di Irak dan Afghanistan serja sejumlah kebijakan di bidang lainnya.
Dengan yakin dan senang, Bush juga menyebut pelantikan Barack Obama, presiden kulit hitam pertama AS, sebagai "momen harapan dan kebanggaan" bagi Amerika.
Bush pun mengatakan bahwa dirinya pergi dengan "hati yang bersyukur." "Di atas semuanya, saya berterima kasih pada rakyat Amerika atas kepercayaan yang telah kalian berikan pada saya," pungkasnya. (ita/iy)











































