Jakarta -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menginstruksikan agar keluarga pejabat negara yang berbisnis harus dipantau. Ini dimaksudkan agar tidak ada praktik-praktik korupsi dan penyalahgunaan jabatan dalam berbisnis. Ke depan, nama-nama pejabat dan keluarga pejabat yang berbisnis harus diumumkan.
"Harus diumumkan, namanya siapa, perusahaannya apa," ujar Mensesneg Hatta Rajasa di Kompleks Istana Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (16/1/2008).
Sebelumnya, SBY menyatakan tidak bisa melarang keluarga pejabat untuk berbisnis. Namun agar tidak ada penyimpangan, keluarga pejabat yang berbisnis ini akan dipantau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hatta, pengumuman secara terbuka nama-nama keluarga pejabat yang berbisnis dimaksudkan untuk memberi informasi kepada masyarakat agar mereka juga bisa melakukan pemantauan secara langsung. 'Ini untuk transparansi," ujar pria berambut putih ini.
(anw/nrl)