"Banyak korban banjir yang sudah memeriksakan diri, sebagian besar mereka sakit ISPA. Lebih dari 200 orang. Sebagian kecil lainnya batuk, pilek dan gatal-gatal," ujar dokter dari Puskemas Jatinegara, Witnes Yenni, kepada detikcom di lokasi pengungsian, Jumat (16/1/2009).
Yenni menjelaskan, penyakit ISPA ini disebabkan udara kotor yang melingkupi lokasi banjir. Diakui Yenni, sampai ini dirinya sudah memeriksa 450 korban banjir sejak hari kedua banjir, Rabu 14 Januari lalu. Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yenni mengakui, perawatan terhadap korban ispa yang dilakukan pihaknya barulah sampai tahap pemberian obat. Belum ada perawatan lebih lanjut. "Dikasih obat terus, kalau habis minta lagi. Karena sementara hanya itu yang bisa kami berikan," katanya.
Sementara itu, warga pun mengaku terbantu dengan pelayanan kesehatan yang dilakukan Puskesmas Jatinegara itu.
"Ya dikasih obat gratis lumayanlah bisa meringankan beban kami," ujar Yani (22), warga RT 08 RW 03.
(lrn/nrl)











































