Mayat bayi laki-laki yang tali ari-arinya belum dipotong itu ditemukan sekitar pukul 09.30 WIB, Jumat (16/1/2009), oleh Sartono, pekerja di PT Arus. Ketika itu saat hendak membuang sampah, dia mencium bau busuk bangkai meruap di pekarangan belakang kantornya.
"Mulanya saya kira bangkai kucing, tapi setelah dilihat betul-betul ternyata bayi," kata Sartomo di lokasi kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Posisi bayi tertelungkup, badannya membiru dan bagian punggungnya dikerubungi lalat hijau," ujar dia.
Zulkoni mengaku bingung dengan keberadaan mayat bayi itu. Akses menuju pekarangan belakang hanya ada satu, yaitu melalui gebang depan yang dijaga satpam. Artinya hanya karyawan PT Arus yang bisa masuk hingga ke bagian belakangย gedung kantor.
Dia juga menepis kemungkinan bayi malang itu dilempar dari luar. Alasannya sekeliling areal kantor dikelilingi tembok pagar setinggi empat meter. Sehingga bila bayi dilempar dari luar, memerlukan daya tolak yang besar dan pasti kerasnya benturannya dengan tanah akan membuat tengkorak bayi pecah.
Hingga saat ini Polsek Kebayoran Lama masih melakukan olah TKP. Hasil sementara, diketahui mayat bayi sudah berada di lokasi sekitar dua hari. Belum ada dugaan dari mana bayi itu berasal, namun kebetulan di samping kantor PT Arus terdapat sebuah klinik bersalin yang dikelola oleh bidan. (lh/nrl)











































