"Saya tadi waktu diperiksa terus terang agak nostalgia 30 tahun lalu, tepatnya tahun 1978," cerita Rizal usai menjalani pemeriksaan selama 5 jam di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2009).
Mantan Menko Perekonomian era Abdurrahman Wahid itu bercerita, saat itu dirinya dan 3 kawan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) lainnya menulis buku putih tentang sejarah perjuangan mahasiswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu yang memberikan pujian, sambung Rizal, adalah Profesor George MT Kahin.
"Dia mengomentari buku itu dengan mengatakan ini buku kritik sistematis pertama di Indonesia terhadap otoritarian Orde Baru," cerita mantan aktivis ITB era-70 ini.
Akibat menulis buku itu, Rizal dan kawannya harus merasakan pil pahit mendekam di hotel prodeo. Mereka dipenjara 6 bulan di Rumah Tahanan Militer Bandung, dan 1 tahun di LP Sukamiskin Bandung.
"Waktu itu kami dibela Bang Buyung (Adnan Buyung Nasution)," kenang mantan Komisaris utama PT Semen Gresik ini.
Saat itu Rizal dkk diadili karena tulisan dan pikiran mereka yang kritis terhadap penguasa. Dan kini, hal itu dirasakan terjadi lagi pada dirinya.
"Saat tadi di pemeriksaan saya ditanya soal pidato saya di PKBI, 24 April lalu, saya merasa seperti 30 tahun lalu," akunya dengan mata berkaca-kaca. (Rez/nwk)











































