Di tengah hujan lemparan botol, rombongan 'hakim' itu diteriaki untuk tidak lagi duduk sebagai hakim agung. "Mundur kau! MA bukan panti jompo, tahu!" teriak kelompok pemuda.
Tindak pelemparan botol tersebut merupakan bagian aksi teatrikal mahasiswa fakultas hukum Universitas Nasional, Jakarta. Seratusan orang mahasiswa itu menggelar unjuk rasa di pelataran Gedung MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (15/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menolak hakim agung berusia di atas 60 tahun karena selama ini banyak kesalahan putusan dan kekeliruan vonis yang mereka perbuat," kata Abin, koordinator unjuk rasa.
Unjuk rasa dua kelompok massa ini berlangsung bersamaan dengan sesi istirahat usai terpilihnya Harifin A. Tumpa sebagai Ketua MA. Setelah berlangsung 30 menit, mereka membubarkan diri secara tertib menuju lapangan Monas. (lh/iy)











































