"Pembangunan Majapahit Park sudah distop dulu. Saya mengerti kenapa arkeolog termasuk Prof Mundardjito marah. Karena eksekusinya keliru, bukan konsepnya yang keliru," ujar Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik di Hotel Sultan, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (14/1/2009).
Menurut Wacik, pemerintah dan para arkeolog telah menyepakati beberapa hal. Pertama, pembangunan Majapahit Park itu akan direlokasi ke tempat yang kadar situsnya rendah. Kedua, situs yang rusak karena pembangunan taman akan direhabilitasi. Ketiga, akan dibentuk tim yang diketuai Prof Mundadjito untuk melakukan evaluasi agar proyek tersebut tetap berjalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, pembangunan taman yang terletak di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur itu telah direncakan sejak tahun 2004. Presiden SBY telah memberikan izinnya. "Tapi pembangunan Majapahit Park baru sempat dimulai 2008," terangnya.
Di areal seluas 9x10 km tersebut, lanjut Wacik, tertimbun ribuan situs peninggalan Kerajaan Majapahit, baik yang kelihatan maupun tidak. Situs-situs itulah yang ingin diangkat guna mengemas kembali peradaban Majapahit secara utuh.
"Kami sudah mencari dana mengajukan anggaran ke DPR Rp 25 miliar, tapi hanya disetujui Rp 3 miliar di APBN. Ternyata mengangkat peradaban Majapahit nggak laku di DPR," pungkas Wacik. (sho/sho)











































