SBY: Ada Yang Ganjil

KM Teratai Prima Tenggelam

SBY: Ada Yang Ganjil

- detikNews
Rabu, 14 Jan 2009 15:13 WIB
SBY: Ada Yang Ganjil
Jakarta - Presiden SBY menduga ada keganjilan dalam musibah tenggelamnya KM Teratai Prima di perairan Majene, Sulawesi Barat. Kapal penumpang yang naas itu bisa mendapatkan izin berlayar padahal perangkat keselamatannya tidak layak.

"Saya melihat ada yang ganjil dalam masalah ini. Terimakasih atas gerak cepatnya, lanjutkan investigasi" kata SBY, Rabu (14/1/2009).

Dugaan tersebut dia sampaikan usai mendengar paparan Menhub Djusman Syafei Djamal tentang hasil peninjauannya ke lokasi kejadian. Pemaparan berlangsung di Kantor Dinas PU DKI Jakarta, Cideng, Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasar kesaksian yang dikumpulkan Menhub dari sejumlah korban selamat termasuk nakhoda kapal, diketahui KM Teratai Prima tidak kelebihan muatan. Kapal buatan 1999 tersebut juga dilengkapi dengan sekoci dan pelampung penyelamat dalam jumlah memadai.

"Tapi tidak dilengkapi keterangan lokasi dan cara penggunanya yang jelas. Sehingga sulit bagi penumpang mengenakan alat penyelamat pada saat kejadian," ungkap Menhub.

Lebih lanjut Presiden meminta jajaran pemerintah daerah menjadikan musibah di Majene sebagai pelajaran. Mereka harus mewasdapai kelengkapan perangkat keselamatan alat transportasi di wilayah masing-masing, terlebih cuaca buruk akan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan.

"Periksa semua perlengkapan pelampung dan sekoci penyelamat. Jangan beri izin (beroperasi) kalau belum lengkap. Jangan lunak dan permisif," tandas SBY.

(lh/iy)



Berita Terkait