Demikian disampaikan Ketua Tim Upaya Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi DPD-RI, Marwan Batubara, di sela diskusi bertajuk "Perang Air, Perang Masa Depan" di Gedung DPD-RI, Senayan, Jakarta, Rabu (14/1/2009).
"Tanggal 28 Januari ini kami akan melaporkan kejahatan ini ke KPK dan BEI. Negara sudah sangat dirugikan," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dalam laporan itu dinyatakan bahwa fasilitas produksi di Klaten, Jawa Tengah, hanya menggunakan satu sumur dengan kapasitas sedot 1 juta liter per hari. Tapi menurut Marwan, di sana terdapat dua sumur dengan total kapasitas sedot 2 juta liter per hari.
"Di Klaten saja negara dirugikan Rp 1,3 miliar per tahun dari sisi penerimaan restribusi. Padahal Aqua-Danone punya 14 pabrik se-Indonesia sehingga negara rugi Rp 15 miliar per tahun," jelas mantan politisi PAN dan PKB itu.
Kerugian negara juga timbul dari kecilnya nilai pajak penjualan yang dibayarkan. Untuk setiap liter Aqua-Danone hanya membayar Rp 4, sementara harga jual setiap kemasan ukuran 1 liter berkisar antara Rp 3.000 sampai Rp 4.000. "Ini kan sangat jomplang," tegas Marwan. (lh/iy)










































