Latihan gabungan antisipasi teror tersebut untuk memastikan kelancaran penyerahan kekuasaan dari Bush ke Obama pada 20 Januari mendatang.
Latihan ini didasarkan pada skenario bahwa kota-kota di AS diserang oleh teroris dengan menggunakan bahan peledak canggih.
"Jadi ini tentang bagaimana pemerintah federal akan merespons jika terjadi serangan-serangan di berbagai kota Amerika," kata juru bicara Gedung Putih Scott Stanzel seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (14/1/2009).
Dalam simulasi ini, kedua tim Bush dan Obama juga membahas respons pemerintah terhadap skenario lain, termasuk serangan yang melibatkan senjata nuklir, kimia ataupun senjata biologi. Juga pandemi flu, bencana topan ataupun bencana alam lainnya.
Menurut Stanzel, pemerintah AS secara teratur melakukan latihan seperti ini. Namun kali ini mereka mengikutsertakan tim Obama guna menyiapkan mereka untuk peran baru mereka.
(ita/iy)











































