"Rumah saya hancur nggak tersisa. Sekarang lagi nunggu ombak reda dulu baru
membangun lagi," kata Santi (30), warga Blok Empang, Muara Angke, Pluit,
Jakarta Utara, Rabu (14/1/2009).
Mayoritas rumah yang hancur itu terbuat dari bambu, kayu dan triplek. Rumah itu hancur karena langsung menghadap laut Jawa dan tidak kuat menahan
gempuran ombak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga tampak secara swasembada membenahi rumah yang rusak tersebut. Dengan peralatan sederhana satu per satu bilah bambu dan lembaran triplek
diselonjorkan dan dijauhkan dari ombak yang masih menggempur perkampungan
nelayan. (Ari/aan)











































