Massa yang terdiri dari sekitar 30 orang itu berorasi di depan posko yang terletak di Jalan Ammana Wewang, Majene. Mereka meminta Tim SAR tidak nongkrong-nongkrong saja.
"Mereka cuma bisa nongkrong saja, bikin habis dana saja dan buang-buang waktu. Kalau alasannya cuaca, nelayan saja bisa, kenapa Tim SAR tidak bisa," kata salah satu peserta demo, Abet. Abet mengaku memiliki 45 sanak keluarga di kapal yang tenggelam pada Minggu 11 Januari lalu itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pihak Kesatuan Pengamanan Laut dan Perairan (KPLP) Majene Djunaedi mengatakan, pihaknya telah berusaha untuk turun ke lokasi langsung sejak kapal itu tenggelam. "Kita juga minta nelayan membantu kita," ujarnya. (ken/nrl)











































