"Sejak kemarin (12 Januari) sudah online," kata Ketua Tim Restrukturisasi Sisminbakum Freddy Haris saat dihubungi wartawan, Selasa (13/1/2009).
"Trafficnya hari pertama 6.000. Hari ini belum tahu jumlahnya. Tetapi, kita perkirakan jumlahnya hampir sama. Tadi pagi sempat sepi. Namun semakin siang makin meningkat. Ada juga sempat agak terganggu. Tetapi kita terus develop," papar dia.
Untuk alatnya, kata dia, ada beberapa yang kita pinjam. Tetapi, servernya milik Depkum HAM. "Kita develop baru," kata Freddy.
Anggarannya dari mana untuk membeli alat? "Saya tidak tahu anggarannya dari mana. Yang penting, kita disupport pemerintah karena ini menyangkut pelayanan publik. Jadi pakai server kita, tidak pakai SRD (PT Sarana Rekatama Dinamika)," sahut Freddy.
Namun demikian, Freddy mengatakan, alat milik SRD masih dipakai seperti kabel dan lainnya. "Pokoknya intinya kita dititipkan alat tersebut oleh Kejaksaan. Kalau somasi ke kita ya salah alamat. Pokoknya kita tidak mau berpolemik," ujar dia. (aan/nrl)











































